Selama Bulan Ramadhan, Satgas Penanganan Covid-19 Cilacap Tetap Gas Vaksinasi

CILACAP, JURNALJABAR.ID – Satuan tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah gelar rapat koordinasi guna membahas percepatan vaksinasi di bulan ramadhan.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf, perwakilan Forkopimda, pejabat dan kepala OPD terkait, serta sejumlah undangan lainnya.

Selama bulan ramadhan akselerasi vaksinasi termasuk booster akan tetap diobtimalkan. Mesti hal itu menimbulkan asumsi di masyarakat bahwa vaksinasi dapat membatalkan puasa

Dalam sambutanya, Bupati Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, wabah pandemi covid 19 sangat merubah aspek sosial di masyarakat. Sehingga jelang datangnya bulan suci ramadhan ini banyak masyarakat yang rindu akan suasana kebersamaan, keceriaan, dan keakraban.

“Pemerintah memberikan pelonggaran, di mana masyarakat diperbolehkan melaksanakan ibadah shalat Tarawih berjamaah dan mudik lebaran. Oleh karena itu vaksin menjadi syarat mutlak agar masyarakat tetap terlindungi.” turur Bupati dalam Rakor Pembahasan Percepatan Vaksinasi Menjelang Mudik Lebaran Tahun 2022 di Ruang Prasanda Rumah Dinas Bupati Cilacap, Rabu 30 Maret 2022.

BACA JUGA: PSDA Wilayah Sungai Ciwulan Cilaki Gelar Evaluasi dan Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Mesti demikian, lanjut Tatto, Untuk mengahadapi masalah-masalah terseby tidak mudah. Lantaran, tingkat kesadaram masyarakat tentang vaksin booster sendiri masih rendah.

“Mau tidak mau harus ada pemeriksaan kesehatan, saya perintahkan Satgas supaya masyarakat diingatkan, jamaah yang masuk masjid harus diperiksa thermogun. Kalau sakit tidak boleh masuk,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr. Pramesti Griana Dewi menjelaskan, sasaran yang belum tervaksin booster mencapai 356.510 sasaran.

” Ketersediaan vaksin per 30 Maret 2022, untuk Sinovac IP 10 sebanyak 369 vial 3.590 full dose, Astrazeneca IP 10 790 vial 7.900 full dose 15.800 half dose, dan Pfizer 1.775 vial 10.650 full dose 21.300 half dose. Kemudian, Covovax 359 vial 3.590 full dose, serta Moderna 350 vial 3.500 full dose 7.000 alf dose.” jelasnya.

Griana Dewi menambahkan, kusus untuk Covovax sudah hampir mendekati expired, upaya percepatan vaksinasi akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan satgas Kecamatan dan Desa. Sementara, sharing data by name by adress untuk diverifikasi bersama Babinsa beserta Babinkamtibmas dengam cara sweeping door to door atau per kelompok.

“Salah satu yang cukup efektif yakni penjaringan sasaran vaksinasi melalui distribusi Bansos dan BLT. Karena mau tidak mau penerima harus vaksin sebagai syarat pengambilannya,” pungkasnya. (Wibawa Jarot)

BACA JUGA: Polres Ciamis Terjunkan Personel Gabungan Satfungsi Lakukan Monitoring Ketersediaan Minyak Goreng